Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono selaku Kepala Negara mengintruksikan kepada seluruh kantor instansi pemerintah, kantor perwakilan RI di luar negeri dan seluruh masyarakat luas agar mengibarkan bendera Merah Putih setengah tiang selama 7 hari, terhitung sejak tanggal 27 Januari hingga 2 Pebruari 2008. Hal ini dikatakan Menteri Sekretaris Negara Hatta Rajasa, didampingi Jubir Presiden, Andi Mallarangeng, dalam keterangan persnya di kantor Setneg, Minggu (27/1) sore. Selama pengibaran bendera Merah Putih tersebut, lanjut Hatta, dinyatakan sebagai hari berkabung nasional. Selain itu, berdasarkan Undang2 No 7 tahun 1978, maka upacara pemakaman diselenggarakan oleh Negara. "Jenazah allmarhum Soeharto direncanakan dimakamkam di pemakaman keluarga Astana Giri Bangun, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, hari Senin (28/1), dan Presiden SBY bertindak selaku Inspektur Upacara. Sedang saat jenazah akan diberangkatkan dari rumah duka di Jl. Cendana, Ketua DPR Bapak Agung Laksono bertindak sebagai Inspektur Upacara," kata Hatta Rajasa. (win)
Presiden Batalkan Kunjungannya ke Bali
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari Minggu (27/1) siang membatalkan rencana kunjungannya ke Bali, karena wafatnya mantan Presiden Soeharto di Rumah Sakit Pusat Pertamina pukul 13.10 WIB. Presiden SBY sebenarnya pukul 14.00 dijadwalkan bertolak ke Bali dari Lanud Halim Perdana Kusuma, untuk menghadiri sekaligus membuka Konferensi Internasional Menentang Korupsi, atau Konferensi ke II Negara-Negara Pihak Konvensi PBB Menentang Korupsi. Presiden telah mengutus Menko Polhukam Widodo A.S untuk menggantikannya.Menurut Jubir Kepresidenan, Andi Mallarangeng, Presiden SBY dijadwalkan akan melayat ke rumah duka di jl.Cendana Jakarta Minggu sore ini, dan hari Senin (28/1) akan menjadi Inspektur Upacara pada upacara pemakaman mantan Presiden Soeharto di pemakaman keluarga Astana Giri Bangun Solo, Jawa Tengah.Seskab Sudi Silalahi menyatakan bahwa masa berkabung selama 7 hari. Bendera di halaman Istana Negara pun tampak sudah diturunkan menjadi setengah tiang sebagai tanda berkabung. (nnf)
Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari Minggu (27/1) siang membatalkan rencana kunjungannya ke Bali, karena wafatnya mantan Presiden Soeharto di Rumah Sakit Pusat Pertamina pukul 13.10 WIB. Presiden SBY sebenarnya pukul 14.00 dijadwalkan bertolak ke Bali dari Lanud Halim Perdana Kusuma, untuk menghadiri sekaligus membuka Konferensi Internasional Menentang Korupsi, atau Konferensi ke II Negara-Negara Pihak Konvensi PBB Menentang Korupsi. Presiden telah mengutus Menko Polhukam Widodo A.S untuk menggantikannya.Menurut Jubir Kepresidenan, Andi Mallarangeng, Presiden SBY dijadwalkan akan melayat ke rumah duka di jl.Cendana Jakarta Minggu sore ini, dan hari Senin (28/1) akan menjadi Inspektur Upacara pada upacara pemakaman mantan Presiden Soeharto di pemakaman keluarga Astana Giri Bangun Solo, Jawa Tengah.Seskab Sudi Silalahi menyatakan bahwa masa berkabung selama 7 hari. Bendera di halaman Istana Negara pun tampak sudah diturunkan menjadi setengah tiang sebagai tanda berkabung. (nnf)
Presiden SBY Sampaikan Bela Sungkawa
Jakarta : Presiden Susilo Bambang Yudhoyono atas nama negara, rakyat, pemerintah dan selaku pribadi, menyampaikan bela sungkawa atas wafatnya mantan Presiden Soeharto. Didampingi Wapres Jusuf Kalla dan beberapa menteri, kepada wartawan di Kantor Kepresidenan hari Minggu (27/1) siang SBY mengatakan, "Hari ini kita semua berduka dengan wafatnya Bapak Haji Muhammad Soeharto, Presiden Republik Indonesia kedua, karena sakit. Atas nama negara, rakyat, pemerintah dan selaku pribadi, saya mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Bapak Haji Muhammad Soeharto," kata Presiden."Dan saya mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk mendoakan almarhum agar diterima di sisi Tuhan yang Maha Kuasa, Allah SWT, sesuai dengan pengabdian, jasa dan amal baktinya, baik kepada masyarakat, bangsa dan negara dan dalam kehidupan umat manusia," lanjut SBY. "Kita juga mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan tetap tabah dan tawakal menghadapi cobaan yang maha besar ini, dan terus melihat ke depan untuk menyongsong hari esok yang baik. Saya juga mengajak kepada seluruh rakyat Indonesia untuk memberikan penghormatan yang setinggi-tingginya kepada salah satu putera terbaik bangsa, pemimpin bangsa yang amat besar jasanya, pengabdiannya, kepada bangsa dan negara tercinta," tambah Presiden."Dan dalam kesempatan yang baik ini saya mengajak Saudara-saudara sekalian di sini yang beragama Islam untuk membacakan surat Al-Fatihah." kata Presiden sambil memimpin pembacaan surat al-Fatihah. Soeharto, mantan Presiden RI, wafat hari Minggu 27 Januari 2008 pukul 13.10 WIB di Rumah Sakit Pusat Pertamina dalam usia 87 tahun karena kegagalan multi organ, setelah dirawat selama 24 hari sejak 4 Januari 2008. (nnf)
Jakarta : Presiden Susilo Bambang Yudhoyono atas nama negara, rakyat, pemerintah dan selaku pribadi, menyampaikan bela sungkawa atas wafatnya mantan Presiden Soeharto. Didampingi Wapres Jusuf Kalla dan beberapa menteri, kepada wartawan di Kantor Kepresidenan hari Minggu (27/1) siang SBY mengatakan, "Hari ini kita semua berduka dengan wafatnya Bapak Haji Muhammad Soeharto, Presiden Republik Indonesia kedua, karena sakit. Atas nama negara, rakyat, pemerintah dan selaku pribadi, saya mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Bapak Haji Muhammad Soeharto," kata Presiden."Dan saya mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk mendoakan almarhum agar diterima di sisi Tuhan yang Maha Kuasa, Allah SWT, sesuai dengan pengabdian, jasa dan amal baktinya, baik kepada masyarakat, bangsa dan negara dan dalam kehidupan umat manusia," lanjut SBY. "Kita juga mendoakan agar keluarga yang ditinggalkan tetap tabah dan tawakal menghadapi cobaan yang maha besar ini, dan terus melihat ke depan untuk menyongsong hari esok yang baik. Saya juga mengajak kepada seluruh rakyat Indonesia untuk memberikan penghormatan yang setinggi-tingginya kepada salah satu putera terbaik bangsa, pemimpin bangsa yang amat besar jasanya, pengabdiannya, kepada bangsa dan negara tercinta," tambah Presiden."Dan dalam kesempatan yang baik ini saya mengajak Saudara-saudara sekalian di sini yang beragama Islam untuk membacakan surat Al-Fatihah." kata Presiden sambil memimpin pembacaan surat al-Fatihah. Soeharto, mantan Presiden RI, wafat hari Minggu 27 Januari 2008 pukul 13.10 WIB di Rumah Sakit Pusat Pertamina dalam usia 87 tahun karena kegagalan multi organ, setelah dirawat selama 24 hari sejak 4 Januari 2008. (nnf)
Sumber : www.presidensby.info

Tidak ada komentar:
Posting Komentar